Assalamualikum
Hai
para sobat traveller, berjumpa lagi bersama saya setelah sekian lama tidak
pernah update tempat wisata baru di
Aceh. Langsung saja, Saya akan kembali berbagi cerita keindahan pantai di Aceh
Jaya. Masih ingat tidak sobat traveller, tentang keindahan Hidden Beach yang dulu sempat booming
di kalangan remaja Ibu Kota Aceh.
Nah,
pada kesempatan ini saya akan memberi gambaran keindahan Pulau yang tepat berada di
bawah gunung.........
gurute, puncak gunung ini juga menjadi salah satu objek wisata di
aceh jaya. Pulau Tsunami namanya, banyak yang mengatakan kalau ranting tak kan
jatuh jauh dari pohonnya. Begitulah tamsilan yang cocok untuk Pulau tersebut.
Sesuai dengan namanya, Pulau Tsunami ada ketika pasca Tsunami 2004 silam
berakhir.
| Perjalanan dari dermaga ke Pulau Tsunami |
Konon,
menurut folklore (cerita
rakyat) masyarakat setempat, Pulau Tsunami ini tidak ada. Karena masih menyatu
dengan daratan sekitarnya atau lebih tepat masih menyatu dengan desa lhok
seudeun. Jika ingin kesana, jangan menanyakan nama Pulau Tsuanami pada
masyarakat disana. Karena mereka akan mengatakan tidak ada pulau tersebut. Nama
pulau Tsunami sendiri diangkat dari kisah memilukan masyarakat Aceh tahun 2004
silam, mungkin karena perihal itu lah masyarakat sekitar lebih memilih menyebut
nama pulau tersebut tetap Ujong Seudeun.
| Pulau Tsunami |
Pulau
Tsunami tidak sendirian menghuni samudera Hindia, disana dia "ditemani" oleh
Pulau Keluang yang juga menjadi objek wisata baru di Aceh, khusunya Aceh Jaya.
Kedua pulau ini, menyimpan potensi kekayaan biota bawah air yang siap memukau
mata sobat traveller. Kenapa tidak, disana terdapat hamparan terumbu karang
yang sangat luas nan indah. Tidak hanya itu, tak ketinggalan juga ikan-ikan
karang juga siap menemani anda semua saat berenang disana. Udah penasaran
seperti apa penampakan bawah lautnya ? cek this out !!!
| Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Tsunami |
Namun,
sangat disayangkan kondisi ekosistem terumbu karang untuk saat ini di Pulau
Tsunami. Karena terkena dampak pemanasan global yang ahirnya si karang keluar
dari sarangnya atau yang lebih dikenal dengan Coral Bleaching. Dewasa ini, fenomena Coral Bleaching sudah bisa dilihat dalam tempo setahun sekali.
Tidak seperti dahulu, hanya terjadi dalam tempo yang sangat lama dan bisa
mencapai hingga 30 tahun sekali. Tentu saja hal ini berkaitan erat dengan
pemanasan global yang sudah sangat ekstrim.
Menurut
masyarakat awam, fenomena bleaching ini tidak terlalu dikhawatirkan. Karena
mereka menganggap karang ketika bleaching sangat indah karena berwarna-warni.
Tidak seperti biasanya, yang rata-rata hanya berwarna gelap atau bahkan mereka
beranggapan ini sebagai karang yang baru tumbuh.
No comments:
Post a Comment