Search

Sunday, 24 April 2016

"Tetesan surga" yang jatuh di Aceh

Assalamualikum

Hai para sobat traveller, berjumpa lagi bersama saya setelah sekian lama tidak pernah update tempat wisata baru di Aceh. Langsung saja, Saya akan kembali berbagi cerita keindahan pantai di Aceh Jaya. Masih ingat tidak sobat traveller, tentang keindahan Hidden Beach yang dulu sempat booming di kalangan remaja Ibu Kota Aceh.

Nah, pada kesempatan ini saya akan memberi gambaran keindahan Pulau yang tepat berada di bawah gunung.........
gurute, puncak gunung ini juga menjadi salah satu objek wisata di aceh jaya. Pulau Tsunami namanya, banyak yang mengatakan kalau ranting tak kan jatuh jauh dari pohonnya. Begitulah tamsilan yang cocok untuk Pulau tersebut. Sesuai dengan namanya, Pulau Tsunami ada ketika pasca Tsunami 2004 silam berakhir.

Perjalanan dari dermaga ke Pulau Tsunami
Konon, menurut folklore (cerita rakyat) masyarakat setempat, Pulau Tsunami ini tidak ada. Karena masih menyatu dengan daratan sekitarnya atau lebih tepat masih menyatu dengan desa lhok seudeun. Jika ingin kesana, jangan menanyakan nama Pulau Tsuanami pada masyarakat disana. Karena mereka akan mengatakan tidak ada pulau tersebut. Nama pulau Tsunami sendiri diangkat dari kisah memilukan masyarakat Aceh tahun 2004 silam, mungkin karena perihal itu lah masyarakat sekitar lebih memilih menyebut nama pulau tersebut tetap Ujong Seudeun.

Pulau Tsunami
Pulau Tsunami tidak sendirian menghuni samudera Hindia, disana dia "ditemani" oleh Pulau Keluang yang juga menjadi objek wisata baru di Aceh, khusunya Aceh Jaya. Kedua pulau ini, menyimpan potensi kekayaan biota bawah air yang siap memukau mata sobat traveller. Kenapa tidak, disana terdapat hamparan terumbu karang yang sangat luas nan indah. Tidak hanya itu, tak ketinggalan juga ikan-ikan karang juga siap menemani anda semua saat berenang disana. Udah penasaran seperti apa penampakan bawah lautnya ? cek this out !!!

Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Tsunami

Namun, sangat disayangkan kondisi ekosistem terumbu karang untuk saat ini di Pulau Tsunami. Karena terkena dampak pemanasan global yang ahirnya si karang keluar dari sarangnya atau yang lebih dikenal dengan Coral Bleaching. Dewasa ini, fenomena Coral Bleaching sudah bisa dilihat dalam tempo setahun sekali. Tidak seperti dahulu, hanya terjadi dalam tempo yang sangat lama dan bisa mencapai hingga 30 tahun sekali. Tentu saja hal ini berkaitan erat dengan pemanasan global yang sudah sangat ekstrim.

Menurut masyarakat awam, fenomena bleaching ini tidak terlalu dikhawatirkan. Karena mereka menganggap karang ketika bleaching sangat indah karena berwarna-warni. Tidak seperti biasanya, yang rata-rata hanya berwarna gelap atau bahkan mereka beranggapan ini sebagai karang yang baru tumbuh. 



  

No comments:

Post a Comment